Khutbah Jumat Singkat: Fadhilah Menutup Aib Orang Lain
Khutbah Jumat Singkat: Fadhilah Menutup Aib Orang Lain
Sumber: https://jabar.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-singkat-fadhilah-menutup-aib-orang-lain-Wt3ob
Khutbah I
الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ (الحجرات: ١٢)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Sekarang ini kita
menyaksikan, betapa mudahnya seseorang membuka aib sesama, melempar tudingan,
mencari-cari kesalahan orang lain, menyebarluaskannya dan bahkan menjadikannya
sebagai lelucon, tanpa menyadari akan bahayanya. Mereka berbicara tanpa mengindahkan larangan agama,
berbicara tanpa fakta nyata dan hanya mengikuti hawa nafsunya saja. Mereka
tidak menyadari bahwa semua perkataan yang mereka ucapkan kelak akan
dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt. Salah satu bahaya lisan yang sedang
merebak luas adalah tentang ghibah. Ini terjadi di mana saja, baik di pasar,
warung, halaman rumah, dapur, ruang tamu, tempat kerja, dan bahkan di masjid
dan mushala. Ironisnya, hal ini sudah dianggap biasa dan menjadi hidangan
keseharian dalam pergaulan. Juga tak kalah serunya dengan adanya acara-acara
infotainmen tentang ghibah di berbagai media massa, yang kerapkali
menyebut-nyebut keburukan orang lain. Berkenaan dengan hal ini, Allah swt
memberikan peringatan dalam Al-Qur’an:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
"Wahai
orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena
sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu
mencari-cari kesalahan dan aib orang lain dan janganlah kamu menggunjing
(ghibah) sebagian yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging
saudaranya yang telah mati? Maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh karena
itu, jauhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (QS Al-Hujurat:
Ayat 12)
Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa ayat
ini turun berkenaan dengan peristiwa salah seorang sahabat Rasul saw yang
bernama Salman al-Farisi yang bila selesai makan, suka terus tidur dan
mendengkur. Pada waktu itu ada orang yang menggunjing perbuatannya. Maka
turunlah QS al-Hujurat ayat 12 yang melarang seseorang mengumpat dan
menceritakan aib orang lain. Selaras dengan larangan Allah swt tersebut,
Rasulullah saw juga melarang mengumbar aib orang lain.
Sebagaimana sabdanya:
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَكُونُوا إِخْوَانًا
“Jauhilah oleh kalian prasangka, sebab prasangka itu adalah ungkapan yang
paling dusta. Dan janganlah kalian mencari-cari aib orang lain, jangan pula
saling menebar kebencian dan jadilah kalian orang-orang yang bersaudara” (HR
al-Bukhari).
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullahDalam KBBI (Kamus Besar Bahasa
Indonesia), kata aib itu memiliki arti malu, cela, noda, salah ataupun keliru.
Menurut al-Fairuz Abadzi dalam Al-Qamus al-Muhith, secara bahasa, aib (العيب) bermakna cacat atau kekurangan. Bentuk jamaknya adalah
uyub. Adapun sesuatu yang memiliki aib, dalam bahasa Arab disebut ma’ib.
Sementara itu dalam kitab ad-Dur al-Mukhtar, Al-Hasfaki menyampaikan bahwa
sebagian ulama mazhab Hanafi menjelaskan aib dengan pengertian:
مَا يَخْلُو عَنْهُ أَصْل الْفِطْرَةِ السَّلِيمَةِ مِمَّا يُعَدُّ بِهِ نَاقِصًا
“Suatu bagian yang tidak ada dari asal penciptaannya dan hal itu dianggap
sebagai bentuk kekurangan”.
Secara psikologis, jika kita mendengar suatu
informasi dari orang lain lalu menjadikan hati kita merasa tidak enak, maka hal
ini dapat disebut aib. Aib dapat berupa peristiwa, keadaan, atau suatu
penjelasan. Seringkali aib sendiri maupun orang lain diumbar secara sadar/tidak
sadar kita sebarkan ke orang lain, bahkan diviralkan ke media massa atau media
sosial. Aib merupakan sesuatu yang digambarkan buruk, tidak terpuji, dan
negatif. Aib adalah suatu cela atau kondisi yang tidak baik tentang seseorang
jika diketahui oleh orang lain akan membuat rasa malu yang membawa kepada efek
psikologi yang negatif. Korban akan merasa terzalimi, disudutkan, dan bahkan dilemahkan
jatidirinya.
Aib terbagi menjadi dua, yaitu aib khalqiyah yang bersifat kodrati dan Aib
khuluqiyah yang berkenaan dengan perilaku. Aib khalqiyah merupakan aib karena
terdapat cacat di salah satu organ tubuh atau penyakit yang membuatnya malu
jika diketahui oleh orang lain, sedangkan yang kedua yaitu aib khuluqiyah yang
bersifat fi’li (perilaku) merupakan aib dari perbuatan maksiat, baik yang
dilakukan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullahRasulullah bersabda:
وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا, سَتَرَهُ اَللَّهُ فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
“Barang siapa menutupi aib seorang, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan
akhirat” (HR Muslim). Menutup aib orang lain tidak hanya memiliki keutamaan
akan menutup aib kita di dunia dan akhirat, tapi juga seperti menghidupkan bayi
yang dikubur hidup-hidup. Hal ini sebagaimana yang disinyalir oleh hadits Nabi
saw yang berbunyi: “Siapa melihat aurat (aib orang lain) lalu menutupinya, maka
seakan-akan ia menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup” (HR Abu Daud).
Untuk itu, mari kita jauhi ghibah, dusta, prasangka, dan mencari-cari
kesalahan orang lain serta menyebarluaskan aib sesama. Jagalah aib orang lain
sebagaimana kita menjaga aib pribadi. Dan mari kita amalkan doa yang biasa
dibaca Rasulullah pada pagi dan petang, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu
Umar ra:
اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِيْ
“Yaa Allah sesungguhnya aku meminta kepada Mu ‘Afiyah di dunia dan akhirat.
Yaa Allah aku memohon kepada Mu ‘‘Afwaa dan ‘Afiyah pada urusan agamaku,
duniaku, keluargaku dan hartaku. Yaa Allah tutupi auratku (aib-aibku)”
Demikian khutbah yang singkat ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Komentar
Posting Komentar